Be my friends & live chat @ social accounts

Yakinkah Kamu Sudah Menyenangkan Hati Tuhan?


Saya mendengar, membaca dan melihat bahwa salah satu visi orang kristen dalam menjalankan hidup ini adalah menyenangkan Hati Tuhan Allah. Bapa yang menjadi tumpuan hidup orang percaya ini sangat patut menerima hal-hal yang menyenangkanNya. Dalam renungan harian, pengajaran, kotbah serta diskusi yang sepakat dan menyatakan hal ini.

Masalahnya, dari semua informasi pengajaran yang ada, apakah kita sudah dengan tepat membuat Hati Bapa di Surga menjadi senang? Yakinkah kamu bahwa apa yang telah kamu perbuat itu membuat senang DiriNya? Bagaimana praktek nyata dalam kehidupan sehari-hari yang tepat dan benar?

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Ayat Firman Tuhan tersebut sangat nyata dalam perjanjian baru dan perjanjian lama di Alkitab. Kita dapat menemukannya dalam: Lukas 10:27, Matius 22:37, Markus 12:30, Imamat 19:18, Ulangan 6:5.

Firman Allah tersebut memang wajib menjadi misi hidup kita agar dapat menyenangkan Hati Bapa, Dan harus dilakukan terus menerus tanpa batas waktu.

Dalam ayat-ayat tersebut, maka semua pengajaran yang dilakukan oleh nabi dan hamba Tuhan memerintahkan agar kita melakukan semua Firman Tuhan dan perintahNya. Dan Hati Tuhan pasti akan disenangkan.

Dalam beberapa hari terakhir ini, renungan harian yang saya lakukan selalu menimbulkan pertanyaan, “Apakah wujud nyata dan cara menyenangkan Hati Yesus dalam kehidupan sehari-hari? Dan Roh Kudus begitu indah menunjukkan kepada saya salah satu contoh yang tepat. Bahkan sekalipun kamu bersandar pada pikiran nalar manusia, maka Firman yang saya temukan ini juga mengarah pada kesimpulan yang sama. Tapi ingat, merenungkan Firman wajib hukumnya dengan meminta bantuan Roh Kudus untuk menyingkapkan makna. Bukan bersandar pada pengertian diri sendiri!

MenyenangkanMu, senangkan hatiMu Yesus

Tadi malam, saat melihat kotbah Ps. Philip Mantofa yang baru saja diunggah, yang membahas tentang perpuluhan, saya mendapat pewahyuan khusus terkait cara menyenangkan Hati Allah Bapa. Dan ini muncul sebagai salah satu Rema penting dalam hati saya. Saat membaca Firman sesuai dengan yang diulas dalam video youtube hambaNya tersebut, sangat jelas bahwa Roh Kudus menuntun saya untuk mengetikkan kata kunci: “Menyenangkan hati” pada Alkitab android di tablet saya. Dan, “woww…!” Saya tercengangan karena Roh Tuhan tunjukkan bahwa di Alkitab hanya ada 1 ayat saja yang jelas-jelas menuliskan tentang hal yang menyenangkan hati Tuhan kita! Yaitu persepuluhan!

Silakan baca salah satu sub judul perikop di Maleakhi 3 (sub judul di atas ayat 6). Apapun versi Alkitab anda, baik buku maupun elektronik, memuat dengan jelas dengan huruf yang lebih besar dan lebih tebal (bold).

“Permbayaran Persembahan Persepuluhan Menyenangkan Hati Allah”

Dan ini sangat jelas maknanya, bukan? Hal yang selama ini menjadi perdebatan di kalangan umat kristen, apakah perlu dilakukan atau tidak (sebagian menganggap perintah ini hanya untuk manusia yang hidup perjanjian lama), ternyata menyingkapkan sangat jelas fungsinya!

Kalau kita boleh merangkum isi Firman Tuhan tentang bagaimana caranya praktek menyukakan Hati Sang Pencipta, maka benang merah yang sering ditemukan adalah sebagai berikut:

  1. Mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hatimu, dst..
  2. Mengasihi sesamamu manusia.
  3. Menjalankan Perintah Tuhan dan FirmanNya.
  4. Memberikan persembahan.
  5. Selalu memuji dan memuliakan Allah sepanjang waktu.
  6. Hidup tidak bercacat cela.
  7. Dan seterusnya..

Jujur, saya orang paling berdosa karena tidak pernah secara rutin melakukan hal itu semua. Selalu ada kesalahan dan kealpaan (lupa). Misalnya, masih main intrik yang menyerempet dosa dalam bisnis, kadang melakukan white lies (berbohong demi kebaikan / ini tetap dosa), dan lain-lain.

Renungan ini bukanlah meniadakan 7 poin benang merah yang sudah benar di atas. Bukan berarti bisa tetap berbuat dosa dan tinggal melakukan satu hal saja yakni tentang persepuluhan. Tetapi saya ingin mengajak semua pembaca agar melakukan juga satu hal ini.

Ingat, yakinkah kalian bahwa seumur hidup tidak pernah berhohong? Tidak pernah absen ke gereja? Sepanjang waktu dari pagi hingga pagi lagi memuji dan menyembah Tuhan? Tidak pernah mencuri dan korupsi? Jika itu semua tidak bisa dilakukan utuh, ayo coba lakukan secara utuh dengan mempersembahkan tepat 10% dari penghasilanmu sebagai bukti ketaatanmu pada Allah.

Tidak perlu bimbang dengan pengajaran-pengajaran yang menyatakan bahwa perpuluhan hanya ada di masa perjanjian baru. Atau hanya untuk umat Israel saja.

Kalau dalil-mu seperti itu, maka kamu akan dituntut untuk hidup seperti yang tertulis di perjanjian baru. Yaitu menyerahkan seluruh hartamu 100% bukan 10% doang! Coba baca nats Matius 19:21 ini:

Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Coba renungkan! Apakah arti “segala milikmu” itu bukankah merujuk kepada 100% harta yang kita miliki? Anda punya pengertian lain?

Kalau saya berpendapat bahwa pasti lebih mudah mempersembahkan 10% daripada menyerahkan semuanya. Dan itupun sudah menyenangkan Hati Sang Raja, yaitu Yesus Tuhan kita! Firman-Nya dalam Maleakhi 3 tidak mungkin berbohong dan bukan sekedar judul text asal-asalan doang!

Bagikan Yuk..